Sejuta Keindahan dan Cerita Saat Pendakian Gunung Rinjani

Puncak gunung rinjani - Pendakian Rinjani
Terbit Bersama Sang Fajar di Puncak Gunung Rinjani

Mungkin 17 Agustus 2016 sudah beberapa minggu berlalu namun memory tentang pengalaman ketika berada di puncak gunung merapi tertinggi kedua di indonesia merupakan memory yang mungkin tidak akan terlupakan buat gue. Yaap Gunung Rinjani adalah gunung dengan sejuta keindahan dan sejuta cerita buat gue dari awal perjalanan hingga akhir perjalanan masih amat sangat jelas di benak gue untuk setiap langkah pendakian Gunung Rinjani.

Here we go 

Berawal dari ajakan salah seorang teman yang bernama fahmi untuk melakukan travelling. untuk awalnya kita berdiskusi untuk pergi ke suatu pulau yaitu pulau Togean di sulawesi tengah namun karena permasalah budget dan akomodasi membuat rencana tersebut dibatalkan dan beralih ke Nusa Tenggara Barat tepatnya pulau lombok. dan untuk perjalanan ke pulau lombok sendiri sebenarnya kita hanya ingin berjalan jalan ke pulau pulaunya saja. karena memang lombok terkenal dengan pantai pantai yang eksotis nan menawan serta spot spot snorkling dan diving yang membuat daya tarik wisata di pulau lombok sangat terkenal hingga mancanegara.

sampai akhirnya gue membuat itenary untuk perjalanan di lombok dan sampai ke satu titik terhenti oleh suatu cerita yang sangat menarik oleh salah satu seorang blogger yang menceritakan pengalaman pendakian di gunung rinjani. dan akhirnya gue berdiskusi dengan fahmi untuk memasukan pendakian rinjani ke dalam itenary travel selama di lombok. tanpa berpikir panjang fahmi pun mengiyakan keinginan gue untuk melakukan pendakian gunung rinjani. setelah itu kami berdua mencari teman jalan bareng dan sampai akhirnya gue membuka pengumuman di fans page dan alhamdulilah responnya amat sangat banyak. dari sanalah kami akhirnya mendapatkan beberapa teman jalan bareng selama di lombok.

Bandara-Lombok-Praya pendakian rinjani
Bandara Lombok Praya

gue dan fahmi memulai pemberangkatan dari jakarta tanggal 12 agustus 2016 dan setelah sampai di bandara lombok praya disana gue tidak langsung berangkat ke rinjani namun harus menunggu beberapa teman jalan bareng kami. karena memang jadwal penerbangan mereka berbeda beda sampai yang paling lama si wahyu salah satu teman jalan bareng kami. dia sampai di bandara lombok praya sekitar pukul 11 malam WITA.

Memulai Pendakian Gunung Rinjani

setelah semua terkumpul kami-pun di jemput oleh mobil charteran yang sudah gue booking beberapa minggu sebelum pemberangkatan. untuk biaya mobil charteran ini seharga Rp 500.000 sekali berangkat dari bandara ke desa sembalun dan memakan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan dan kami-pun sampai di desa sembalun dan menginap di rumah salah seorang porter rinjani dan beristirahat sebentar disana.

Pemberangkatan ke jalur pendakian - pendakian Rinjani
Pemberangkatan ke jalur pendakian

hingga pagi harinya kami memulai merapihkan packing untuk memulai pendakian dan setelah semua sudah siap kami di jemput oleh sebuah mobil pickup yang mengantarkan kami ke tempat pendaftaran Trekking Rinjani dan setiap peserta wajib mengisi formulir dan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000./orang. setelah pendaftaran selesai kami-pun diantarkan ke jalur awal pendakian via sembalun dan atas rekomendasi porter kami. kami ditunjukan untuk memotong jalan sehingga tidak perlu melewati pos 1 sembalun.

tempat pendaftaran pendakian rinjani
Daftar dan Briefing

setelah sampai di jalur pendakian kami-pun memulainya dengan doa agar pendakian gunung rinjani bisa berjalan lancar sampai ke puncak dan aman.

awal trekking - pendakian rinjani
jalur memotong ke pos 2 sembalun

Menuju Pos 2 Pendakian Gunung Rinjani

langkah demi langkah kami lalui ketika memulai pendakian. sengatan panas matahari langsung menyentuh seluruh tubuh kami karena memang seperti padang savana umumnya sangat jarang sekali pohon pohon rindang disekelilingnya. untuk beberapa teman jalan bareng kami seperti niko dan rangga terlihat kepayahan untuk awal pendakian karena memang selain cuaca yang panas untuk pendakian gunung rinjani merupakan pendakian pertama kali untuk mereka ke sebuah gunung. namun kami-pun beruntung setelah hampir sampai di pos 2 sembalun kabut mulai turun dan itu mengurangi kurungan sengatan matahari langsung ke tubuh kami. dari awal pendakian ke pos 2 memakan waktu sekitar 2 jam pendakian disana kami beristirahat sejenak dan makan untuk mengisi tenaga.

savana sembalun - Pendakian gunung rinjani
Eksis di Savana Trekking

 

savana trekking pendakian rinjani
Kabut di Savana Trekking

Menuju Pos 3 Pendakian Gunung Rinjani

setelah istirahat yang cukup kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju pos 3. untuk menuju pos 3 dibutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam pendakian. untuk rencana awal kami menargetkan langsung menuju pos sembalun namun karena kami sampai di pos 3 sudah terlalu sore kami pun memutuskan untuk mendirikan tenda serta istirahat. untuk sumber air di Pos 3 ini sudah ada. letaknya kita harus turun terlebih dahulu ke bawah tepat di aliran seperti sungai.

Pos 3 Sembalun
salah satu Bukit di Pos 3

 

pemandangan pos 3 - Pendakian Gunung Rinjani
Panorama Pos 3 Sembalun

 

pemandangan pos 3 sembalun - pendakian gunung rinjani
Pemandangan Pos 3 Sembalun

 

Pos 3 sembalun - Pendakian Gunung Rinjani
Sang Fajar Terbit di Pos 3 Sembalun

Pendakian Gunung Rinjani – Bukit Penyesalan

sang fajar sudah membangunkan kami. kami pun melakukan persiapan untuk melanjutkan pendakian gunung rinjani menuju pos plawangan. setelah di pos 3 ini memang harus mempersiapkan mental dan fisik karena akan melewati Bukit Penyesalan. dijuluki Bukit Penyelasan karena kita terasa seperti mengejar cinta kamu tapi tanpa ada kepastian melakukan pendakian tanpa ada ujungnya dan seperti bukit bayangan serta trekking yang menanjak tanpa henti dan berdebu membuat sebagian pendaki menjadi kesal dan menyesal. di bukit penyesalan ini kita melewati 7 bukit jadi jangan heran kalau pendakian ini dijuluki Bukit Penyesalan.

 Bukit Penyesalan - Pendakian Gunung Rinjani
Bukit Penyesalan

Selama Pendakian melewati bukit penyesalan beberapa kali gue harus berhenti dan menghelakan nafas agar merelakskan seluruh tubuh. lalu melanjutkan pendakian kembali dan ada moment ketika rombongan yang turun membawa seorang kakek dan nenek yang menyemangati gue untuk tidak menyerah dalam melakukan pendakian gunung rinjani dan harus menaklukan seluruh trekking gunung rinjani.

itu memberikan gue motivasi lebih ketika hampir dibuat kesal dan lelah ketika melewati trekking bukit penyesalan ini. dan dengan semangat gue melanjutkan pendakian di bukit penyesalan #harusbisa *engga mau kalah sama kakek dan nenek*???

Trekking Bukit Penyesalan - Pendakian Gunung Rinjani
Trekking Bukit Penyesalan

 

eldewis di bukit Penyesalan - Pendakian Gunung Rinjani
Padang Eldewis di Bukit Penyesalan

“Selalu ada keindahan dibalik kesulitan”. Mungkin kata kata itu yang tepat ketika gue melewati bukit penyesalan. dibalik trekkingnya yang menguras tenaga namun selalu ada sajian manis yang selalu tuhan berikan. karena di bukit penyesalan ketika kita sudah melewati sekitar 4 bukit kita bisa menikmati indahnya bunga bunga abadi yaitu eldewis di sepanjang jalan trekking pendakian gunung rinjani.

Trekking di bukit penyesalan
Trekking eldewis di bukit penyesalan

Pendakian Gunung Rinjani – Pos Plawangan Sembalun

setelah hampir sekitar 5 jam pendakian di bukit penyesalan. gue dan teman teman akhirnya sampai di Pos Plawangan. gugusan awan yang mengumpal tepat dibawah kaki kami rasanya seperti ingin melompat dan bermain main di atas awan seperti di negeri dongeng.

Plawangan Sembalun - Pendakian Gunung Rinjani
Bukit Plawangan Sembalun

 

Plawangan Sembalun - Pendakian Gunung Rinjani
Gugusan awan di plawangan sembalun

 

plawangan sembalun - Pendakian Gunung Rinjani
Plawangan Sembalun

melepas cerita dan tawa adalah cara terbaik untuk mengalihkan rasa lelah yang menyelimuti di seluruh tubuh. makanan pun segera di persiapkan oleh porter kami. dan beberapa dari kami mengambil air di sumber mata air.

Tips : Sebaiknya mendirikan tenda dekat dengan jalur trek menuju puncak karena jalur tersebut dekat dengan mata air.

camp Plawangan Sembalun - Pendakian Gunung Rinjani
Camp Plawangan Sembalun

 

teman jalan bareng Pendakian Gunung Rinjani
Teman Jalan Bareng

Pendakian Gunung Rinjani – Menuju Puncak Rinjani

Gugusan Binrang di Gunung Rinjani
Gugusan Bintang Rinjani

udara malam mulai menyelimuti, bintang dan bulan mulai menampakan wujudnya. kami-pun disarankan untuk beristirahat agar bisa melakukan pendakian di malam hari untuk melakukan Summit Attack Gunung Rinjani. karena trek menuju Puncak akan sangat amat menguji mental dan fisik. akhirnya kami sekitar pukul 21.00 Wita beristirahat sejenak sampai jam 23.30 Wita kami sudah harus bangun kembali melakukan persiapan untuk menuju Puncak Gunung Rinjani. sebelum Summit Attack kami semua berkumpul dan berdoa agar bisa lancar dan selamat sampai puncak.

Perjalanan-pun dimulai Pukul 12 Malam menuju Puncak Gunung Rinjani. meraba-rata trekking adalah langkah awal kami melakukan pendakian menuju puncak dikarenakan kondisi yang amat sangat gelap. kami terus berpacu dengan waktu untuk melihat keindahan sunrise di Puncak Gunung Rinjani beberapa kali kami terhenti dan menyemangati teman kami yang bernama niko yang terkena cidera di pertengahan jalan. karena memang trekking menuju puncak rinjani sangat amat berat karena trek yang berpasir yang membuat beberapa langkah ke depan lalu turun kembali. Sangat melelahkan menaklukan rintangan berpasir seperti ini belum lagi udara dingin yang menyengat tulang. selain motivasi dari teman sangatlah penting untuk memotivasi diri sendiri agar bisa mengalah keinginan untuk menyerah.

Trek Berpasir summit attack - Gunung Rinjani
Trek Berpasir – Summit Attack

Pada akhirnya team kami yang berjumlahkan 6 orang semua sampai ke Puncak Rinjani tepat sebelum matahari terbit. haru, puas dan senyuman senyuman lelah yang indah di puncak gunung rinjani menjadikan pemandangan Gunung Rinjani semakin berarti ditambah dengan tepat perayaan hari lahir negriku tercinta Indonesia yaitu 17 Agustus. more worth it and unforgettable moment ????? #independenceday

Puncak Gn Rinjani - Pendakian Gunung Rinjani-1
Puncak Gunung Rinjani 3726 Mdpl

 

Backlight Panorama - Puncak Rinjani pendakian gunung rinjani
Backlight Panorama

 

Puncak Gn Rinjani - Pendakian Gunung Rinjani
i dunno what i felt that time

 

Great Team at Rinjani'peak - Pendakian Gunung Rinjani
Great Team at Rinjani’Peak

Seluruh pulau lombok dan bahkan bali terlihat dengan jelas di puncak Gunung Rinjani seketika membuat sadar gue betapa indah dan menawan negeriku Indonesia. dan melepas syukur serta mengucapkan ” Terima Kasih Tuhan, Telah Menciptakan negara dengan berbagai keindahan dan cerita di dalamnya

Rasanya tidak mau turun setelah perjuangan yang sangat melelahkan ketika summit ke Puncak Rinjani namun matahari sudah mulai menyapa dan menyengatkan sehingga membuat kami diharuskan turun. untuk trek berpasir memang sangat melelahkan ketika melakukan pendakian naik ke puncak namun sangat amat mudah ketika turun. sampai ketika bertemu dengan salah satu tourist asing. dan dia mengatakan ” so much easier to go down”. kita seperti bermain ski pasir untuk menuruni puncak gunung rinjani namun harus tetap berhati hati jangan sampai terperosok ke dalam jurang yang amat sangat dalam.

Pendakian Gunung Rinjani – Menuju Sagara Anak

Baru saja sampai di pos plawangan sembalun. kita sudah harus mempersiapkan diri untuk ke danau sagara anak untuk camp disana. tidak sanggup rasanya karena rasa lelah yang belum terlepas dari perjuangan dini hari tadi menuju puncak. namun agar tidak terlalu malam menuju sagara anak mengharuskan kami untuk melanjutkan perjalanan menuju danau sagara anak. #breakthelimit

Trekking Menuju Danau Sagara Anak - Pendakian Gunung Rinjani
Trekking Menuju Danau Sagara Anak

Waktu yang di tempuh sekitar 4 jam perjalanan menuju danau sagara anak. untuk trek ke danau sagara itu menurun dari Pos Plawangan sembalun namun untuk trek menuju danau sagara anak yang paling berbahaya menurut gue karena trek yang sangat terjal dan berbatu. salah ambil langkah bisa jadi engkel atau bahkan paling buruk nyawa bisa jadi taruhannya. So saran gue tetap berhati hati dan tidak ceroboh dan tidak terburu buru karena keselamatan tetap nomer 1.

Dan seperti biasa Rinjani selalu mempunyai kejutan di setiap langkah pendakian. ketika lelah menghampiri kabut seketika hilang dan sebuah tebing besar nan cantik tepat di hadapan gue. sejenak gue berhenti untuk menikmati pemandangan tersebut sambil melepas sepatu dan memijatkan kaki karena sudah mulai terasa sedikit nyeri karena memang belum di istirahatkan sama sekali. setelah beberapa menit menikmati pemandangan yang indah akhirnya gue melanjutkan perjalanan kembali menuju sagara anak.

Pendakian Gunung Rinjani – Danau Sagara Anak

Setelah hampir 4 jam melakukan perjalanan akhirnya kami sampai di danau sagara anak. dan porter kami ternyata sudah mendirikan tenda disana jadi kami bisa istirahat sejenak. beberapa dari kami seperti niko langsung tertarik untuk memancing di danau sagara anak namun sayang di sore hari danau rinjani hampir semua tertutup oleh kabut.

danau-sagara-anak-kabut-pendakian-gunung-rinjani
Kabut di Danau Sagara Anak

di danau sagara anak ini ikannya banyak banget. banyak penduduk dan pendaki yang membawa pancingan untuk memancing di danau sagara anak. bahkan gue melihat hasil tangkapan dari salah satu pendudukan yang memancing di sagara anak sampai dapat 1 karung ikan. namun sayang kami tidak mendapatkan ikan satu-pun mungkin dikarenakan pancingan  dan umpan kami yang tidak memadai ???

ikan-di-danau-sagara-anak-pendakian-gunung-rinjani
Ikan Hasil Tangkapan Penduduk

Setelah beristirahat sejenak di tenda. kami langsung ke tempat Hotspring atau pemandian air panas. disana kami berendam untuk merelakskan seluruh tubuh kami. kami sangat menikmati sungguhan pemandian air panas ini.

Pemandian Air Panas di danau sagara anak - Pendakian Gunung Rinjani
Pemandian Air Panas

 

Kolam Air Panas danau sagara anak
Kolam Air Panas

kolam pemandian air panas ini bukan ada hanya 1 atau 2 saja sangat banyak sekali. seperti sudah dibuat kolam per kolam dan enaknya lagi gratis ???. rasanya sangat segar sekali setelah hampir 3 hari kami tidak mandi sama sekali saat pendakian.

setelah memanjakan tubuh dengan air panas kami kembali ke tenda dan beberapa orang dari kami mengambil air untuk diminum karena sumber air juga dekat dengan pemandian air panas. setiba di tenda gue yang merasa sudah terlalu lelah akhirnya langsung tertidur di dalam tenda sementara yang lainnya memasak dan makan makan di malam harinya. *abang sudah lelah* ???

Pendakian Gunung Rinjani – Gunung Baru Jari

Pagi telah tiba akhirnya semua kabut menghilang dan terlihat sangat jelas gunung baru jari di sekitar Danau sagara anak.

gunung-baru-jari-pendakian-gunung-rinjani
Gunung Baru Jari

Sekeliling Danau Sagara Anak pun terlihat sangat jelas dan sekali lagi membuat gue terkagum kagum akan keindahan gunung rinjani. paparan cahaya matahari yang menerangi sebagian danau sagara anak sangatlah menarik dan cantik.

danau-sagara-anak-pendakian-gunung-rinjani
Danau Sagara Anak

 

memancing-di-danau-sagara-anak
Menemani Penduduk Mancing

Pendakian Gunung Rinjani – Turun Jalur Torean

Setelah sarapan dan mempersiapkan barang barang bawaan kami pun melanjutkan pendakian gunung rinjani untuk turun dari gunung rinjani melalui jalur Torean. awalnya kami merencanakan untuk turun jalur senaru tetapi beberapa orang merekomendasikan untuk turun gunung rinjani via jalur Torean karena sumber air disana sangat banyak karena memang jalur torean ini merupakan jalur sungai mengalir dan ditambah jalurnya lebih pendek dari jalur senaru.

turun-via-jalur-torean-pendakian-gunung-rinjani
Pemandangan Saat Menuruni Gunung Rinjani

Turun Jalur Torean ini memang pemandangannya sangat luar biasa indah. beberapa kali kami harus berhenti untuk mengabadikan pemandangan yang tuhan ciptakan.

Setelah berjalan beberapa menit perjalanan akhirnya kami sampai di Goa Susu. sebenarnya goa susu ini masih dekat dengan danau sagara anak. disebut goa susu karena bagian dalam goa berwarna seperti susu dan tetesan air panas didalamnya membuat seperti sauna alami. di goa susu juga bisa berendam air panas namun kami di goa susu hanya melihat lihat saja sambil mengambil beberapa foto.

goa-susu-rinjani-pendakian-gunung-rinjani
Goa Susu

baru beberapa langkah ke depan sudah terdengar suara gemuruh air terjun. kami pun hanya bisa menikmati pemandangan air terjun dari kejauhan. karena jalur untuk ke air terjun memang belum ada dan belum bisa dijangkau. saat kami tanya ke porter kami untuk air terjun ini namanya apa. ternyata air terjun di jalur torean ini belum memiliki nama.

air-terjun-jalur-torean
Air Terjun Tanpa Nama Di jalur Torean

 

air-terjun-jalur-torean-1
Air Terjun Tanpa Nama di Jalur Torean

kami pun melanjutkan perjalanan menuruni gunung rinjani via jalur torean. menurut gue jalur torean adalah jalur terindah yang pernah gue lalui ketika melakukan pendakian suatu gunung. karena ketika melewati jalur torean loe akan disajikan oleh pemandangan tebing eldewis yang sempat mengagetkan kami karena ketika kami melewati jalur tersebut sedang terjadi kabut. tapi seketika kabut hilang kami langsung berhenti sejenak untuk menikmati pemandangannya dan selalu mengagumi apa yang kami lihat di hadapan kami. serta tebing tebing yang menjulang tinggi nan hijau.

Tebing Eldewis - Pendakian Gunung Rinjani
Tebing Eldewis – Pendakian Gunung Rinjani

 

bukit-bukit-hijau-jalur-torean
Bukit Hijau Jalur Torean

Meskipun Pemandangan jalur torean sangat indah namun untuk trek serta rintangannya lumayan melelahkan dan berbahaya. kami harus melewati pinggiran tebing yang disampingnya sangat jelas jurang yang sangat dalam serta menaiki anak tangga dari kayu yang agak menyulitkan.

Mendaki Anak Tangga gunung rinjani
salah satu trek jalur torean

malam pun mulai menyapa kami akhirnya bergabung dengan rombongan pendaki lainnya untuk bersama sama menuruni gunung rinjani via torean agar lebih aman dan mencegah agar tidak ada seorangpun yang tersesat. jam sudah menujukan pukul 9 malam namun kami masih di belantaran hutan yang lebat dan gelap.

berbeda dengan cerita beberapa orang yang merekomendasikan sebelumnya yang katanya via jalur torean lebih cepat daripada jalur senaru. ternyata itu hanya perkiraan saja. nyatanya kami sudah berjalan hampir 12 jam lebih tepatnya 13 jam kami baru sampai perkampungan warga.

ketika melewati jalur torean ini sangat jarang kami temui rombongan pendaki lain dan hanya sekitar 4 rombongan termasuk rombangan kami yang melewati jalur ini dan berdasarkan informasi dari porter kami untuk jalur torean ini memang bukan jalur resmi untuk pendakian gunung rinjani. jalur torean merupakan jalur warga sekitar untuk ke gunung rinjani. jadi tidak disarankan melewati jalur torean tanpa seorang porter atau pemandu ya.

 

 

Tak ada Pengalaman yang tidak Berhaga
Dandy Siswandy

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

24 thoughts on “Sejuta Keindahan dan Cerita Saat Pendakian Gunung Rinjani

  • September 5, 2016 at 12:34 pm
    Permalink

    Yeyyyy fahmi my brooo….. kereeennnn…. #twoThumbUp

    Reply
  • September 12, 2016 at 10:38 pm
    Permalink

    keceeee, jadi kangen sama Rinjani, terpukau banget sama sabananya, btw pas aku ke sana terang terus, jarang kabut, itu berkabut banget ya, aku pulangnya lewat senaru yang treknya ternyata panjang dan lewat hutan

    Reply
    • September 13, 2016 at 12:12 am
      Permalink

      waktu kesana sering banget kabut kak. jadi pas kabut hilang buru buru langsung foto ??? .

      kemarin rencananya juga lewat senaru kak tapi porter bilang pemandangannya paling bagus lewat torean jadi nyobain deh ???

      Reply
  • September 13, 2016 at 9:18 am
    Permalink

    Gunung rinjani indah sekali ya kang saya belum pernah nih ke sana kalau gunung ditempat saya mah sudah saya daki semua kang dan hanya beberapa gunung lagi yang belum habis semua gunung dikota saya selesai insaallah lah saya akan usulkan ke teman saya untuk ke gunung rinjani siapa tahu bisa kesampaian ke sana. Salam

    Reply
  • September 14, 2016 at 12:29 am
    Permalink

    setelah melakukan pendakian selama itu worth it banget apalagi pemandangan di puncaknya kece abis

    salam kenal dr blogger ala2

    Reply
  • September 29, 2016 at 9:07 am
    Permalink

    Wuiiiii suka banget ama ceritanya, kerasa alurnya
    Berasa capeknya, hahahaha
    Deskriptif nget! :))
    Keep up the good work yak hehe

    Reply
  • October 9, 2016 at 1:23 pm
    Permalink

    rinjani aman gak sih untuk pendaki pemula?

    Reply
    • October 9, 2016 at 1:52 pm
      Permalink

      aman kok kak. asalkan jangan berangkat sendiri dan harus bersama rombongan. kemarin kesana 2 orang itu baru pertama kali naik gunung malah

      Reply

Leave a Reply