Dari Rinjani Hingga Pulau Party

Puncak Gn Rinjani - Pendakian Gunung Rinjani-1
Puncak Gunung Rinjani 3726 Mdpl

Tanggal 13 Agustus 2016 menjadi awal pemberangkat gue bersama teman teman lainnya ke pulau lombok yang berada di nusa tenggara barat. Gue bersama teman sekampus yang bernama fahmi berangkat ke bandara soekarno hatta pukul 1 malam dari rumahnya sementara yang lainnya ada yang sudah berangkat ada juga yang keesokan harinya baru berangkat.

Jadwal kami memang berbeda beda saat itu dan kami hanya janjian untuk ketemuan di bandara international lombok. Selain fahmi tidak ada satu orangpun yang gue kenal saat itu karena memang kami mencari teman lewat forum forum di internet dan facebook fanspage. kami mendapatkan 4 orang teman baru untuk menemani perjalanan kami di lombok. Itu kami lakukan agar bisa share cost selama perjalanan.

Bandara-Lombok-Praya pendakian rinjani
Bandara Lombok Praya

Travelling Dengan Teman Teman Baru

Dan mereka adalah Mas Barju, Rangga, Nicco, dan Wahyu. Sebelumnya gue sudah mengadakan meeting untuk membahas perjalanan selama di lombok khususnya untuk pendakian gunung rinjani namun sayang hanya mas Barju yang saat itu bisa menghadiri pertemuan.

Singkat cerita gue sampai di bandara lombok bersama fahmi sekitar pukul 8 pagi dan kami bertemu dengan si Rangga dan Nicco terlebih dahulu yang memang mereka sudah dari semalam di bandara international lombok tidak lama berselang mas Barju sampai di bandara dan Wahyu menjadi orang terakhir yang datang di bandara lombok.

Bersama Teman Baru - Rinjani
Bersama Teman Baru

Setelah semuanya sampai kami-pun dijemput oleh supir mobil yang sudah gue charter selama di lombok dan berangkat ke rumah seorang porter kami yang berada di desa sembalun. Saat itu waktu sudah menunjukan jam 11 malam dan perjalanan dari bandara ke desa sembalun memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan.

Udara dingin  sudah mulai terasa ketika kami memasuki desa sembalun. Banyaknya anjing di desa sembalun membuat mereka menyambut kami dengan gong gongannya. Dan beberapa saat setelah menghubungi sang porter kami-pun dijemput olehnya dan dibawa ke rumah sang porter untuk beristirahat terlebih dahulu dan baru dipagi harinya kita berangkat untuk memulai pendakian gunung rinjani.

Persiapan Berangkat - Rinjani
Persiapan Berangkat

Kami disediakan teh hangat dan beberapa cemilan untuk menghangatkan tubuh saat itu dan berdiskusi dengan porter kami sebelum tidur. Dia menyarankan agar kami menyewa 2 porter karena beberapa dari kami baru pertama kali mendaki ke sebuah gunung namun setelah berdiskusi dengan teman teman lainnya akhirnya kami memutuskan untuk tetap dengan 1 porter saja karena keterbatasaan biaya.

Pendaftaran dan Briefing - Rinjani
Pendaftaran dan Briefing

Memulai Pendakian Gunung Rinjani

Baru beberapa jam kami tertidur pagi-pun mulai menyapa dan kami dibangunkan oleh porter kami untuk segera bersiap seperti mandi dan sarapan terlebih dahulu. Setelah semua persiapan selesai dan berdoa bersama untuk keselamatan selama pendakian. kami berangkat dengan menggunakan mobil bak terbuka menuju pos pendaftaran dan jalur alternatif yang langsung menuju pos 2 sembalun.

Baca Juga : Sejuta Keindahan dan cerita saat pendakian gunung

Langkah demi langkah kami lalui dengan ditemani oleh teriknya panas matahari yang membuat beberapa dari kami seperti rangga dan nicco kewalahan di awal awal pendakian. Itulah tantangan pertama ketika mendaki di gunung yang bersavana karena tidak ada pohon yang menutupi teriknya matahari. Namun kami beruntung karena kabut mulai turun sehingga sedikit menurunkan sengatan matahari langsung.

Langkah Awal Pendakian - Rinjani
Langkah Awal Pendakian

Perjalanan menuju pos 2 sembalun memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Disana kami beristirahat dan mengisi tenaga dengan makanan yang kami sudah beli sebelumnya. sekitar setengah jam kemudian kami melanjutkan kembali perjalanan menuju pos 3 tetapi gue selalu ada masalah ketika naik gunung setelah makan. Badan tiba tiba terasa berat banget dan bawaannya ngantuk setelah makan. Gue sekedar menebak aja mungkin ini karena efek si kantong doraemon milik gue yang semakin membesar. #frustasiakanperut

Perjalanan menuju pos 3 hampir menghabiskan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Semula kami berencana langsung menuju pos plawangan sembalun namun karena kami tiba di pos 3 sudah terlalu sore dan porter kami menyarankan agar beristirahat terlebih dahulu di pos 3 dan baru melanjutkan ke pos plawangan sembalun dipagi harinya karena perjalanan ke pos plawangan sembalun memakan waktu kurang lebih 4-5 jam pendakian.

Savana Sembalun - rinjani
Savana Sembalun

 

Tertutup Awan dan Kabut -Rinjani
Tertutup Awan dan Kabut

Kami-pun akhirnya mendirikan camp disini untuk bermalam dan mengambil air untuk mengisi persediaan air kami. Kalau loe melakukan pendakian dari jalur sembalun awal sumber air berada di pos 3 itupun kita harus turun terlebih dahulu dan harus extra hati hati agar tidak kepeleset dan terjatuh ke jurang.

Di pagi harinya dari Pos 3 kita bisa melihat dari ketinggian luasnya padang savana gunung rinjani. ditambah dengan birunya gradasi warna langit dan hangatnya matahari. So Awesome guys !

Pemandangan dari Pos 3 sembalun - Rinjani
Pemandangan dari Pos 3 sembalun

Kami mendaki kembali menuju pos plawangan sembalun dan melewati trek yang panjang, naik dan berdebu seolah tidak ada ujungnya. Trek tersebut dijuluki bukit penyesalan. Kami harus melewati 7 bukit yang naik turun. Disini gue harus beberapa kali berhenti dan beristirahat untuk meregangkan semua otot otot terutama otot kaki.

Disini banyak sekali pendaki yang terpeleset baik itu pendaki lokal maupun pendaki asing. Terutama bagi mereka yang turun melalui jalur sembalun. Namun ada diantara bukit 4-5 banyak sekali tumbuhan eldewis disekitar yang menemani para pendaki yang mungkin sedikit mengobati rasa lelah.

Plawangan Sembalun - Rinjani
Plawangan Sembalun

Pos Pendakian Tercantik – Pos Plawangan Sembalun

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 5 jam. Akhirnya kami sampai di pos plawangan sembalun yang merupakan pos terakhir untuk menuju puncak rinjani.  Tapi kami sedikit terkejut dengan banyaknya sampah yang berserakan. Ini terjadi karena banyak sekali para pendaki yang tidak membawa sampahnya kembali ke bawah. Dan para pendaki kampreeet ini hanya ingin  menikmati keindahan tanpa peduli untuk menjaga kecantikan gunung rinjani.

Baca Juga : Keresahan Saat Mendaki Gunung

Di sepanjang pendakian dari awal kami mendaki sampai ke pos plawangan sembalun memang kami menyadari hampir tidak ada satupun group pendaki yang kami lihat membawa trash bag atau keranjang sampah selain group kami sendiri. Memang dari awal pendakian kami sudah berkomitmen untuk saling tegur menegur sesama jika salah satu dari kami membuang sampah sembarang. Jadilah Pendaki yang bertanggung jawab yaa guys !!!

Bertanggung Jawab Itu Penting

Bukit Plawangan Sembalun - Rinjani
Bukit Plawangan Sembalun

Meskipun sampah yang agak menjengkelkan untuk dilihat. Rinjani tetaplah rinjani dia tetap mempunyai pesona yang akan selalu membuat para pendaki menyukainya. Melihat gugusan awan mengumpal tepat di bawah kaki. Rasanya ingin sekali bermain main di atas awan tersebut seperti cerita cerita dongeng rakyat yang sudah melegenda.

Mungkin sebutan negeri di atas awan untuk indonesia tidak berlebihan karena memang benar adanya. Kita hanya perlu mensyukuri akan keindahan dan menjaganya sampai kapanpun itu.

Camp di Plawangan Sembalun
Camp Plawangan Sembalun

Ketika itu pos plawangan sembalun ramai sekali akan pendaki. Hampir setiap tempat sudah dibangun tenda masing masing. Gue-pun mencari porter kami yang rasanya sudah sedari tadi sampai di pos ini. Dan benar saja dia sudah membangunkan tenda untuk kami dan sedang memasak masak makanan untuk disantap.

Porter kami yang sudah hafal akan trek rinjani mendirikan tenda dengan tempat yang sangat strategis karena begitu dekat dengan sumber mata air sehingga kami tidak terlalu jauh berjalan untuk mengambil persediaan air.

Di Pos Plawangan Sembalun kami banyak bersantai dari mengabdikan pemandangan pemandangan yang cantik. Kami juga banyak cerita akan satu sama lain meskipun kami baru mengenal namun itu tidak menjadi penghalang untuk hangatnya obrolan kami. Senang sekali rasanya mendapatkan teman baru dan bisa bersenda gurau bersama mereka.

mangambil air - Rinjani
Ini cuma mau ngambil air loh. haha

Setelah Wajah sang matahari telah tiada dan udara dingin mulai menyapa kepada setiap pendaki. Porter kami-pun mengingatkan untuk beristirahat kami pendakian ke puncak gunung rinjani akan dimulai dari jam 12 malam.

Disisi lain teman kami yang bernama nicco dia merasakan badannyan sakit dan sedikit panas. Gue-pun menyarankan untuk beristirahat terlebih dahulu. awalnya dia bilang tidak mau melanjutkan perjalanan ke puncak dan ingin beristirahat di pos plawangan saja. Namun setelah beristirahat terlebih dahulu dan dirasa badannya sudah lebih enakan akhirnya kami-pun semuanya berangkat ke puncak gunung rinjani terkecuali porter kami yang bertugas untuk menjaga camp kami di tenda.

Menuju Puncak Rinjani-1
Perjalanan Puncak

Menuju Puncak Rinjani

Ribuan ah tidak ! mungkin jutaan bintang terlihat ketika kami keluar dari tenda. Kami-pun menyiapkan segala peralatan untuk menggapai puncak mulai dari senter, makanan dan minuman ringan, hingga jaket tebal yang wajib kami kenakan. Mas barju sebagai orang yang tertua di kelompok kami memimpin doa untuk diberikan kelancaran jodoh perjalanan hingga selamat sampai tujuan.

Gelap, Dingin dan Lelah adalah satu paket yang kami dapatkan untuk menggapai puncak. Sialnya di Tengah perjalanan si nicco terkena sedikit cedera dan kami harus berhenti sejenak serta men-treatnya  dan beruntungnya kami dia masih bisa melanjutkan perjalanan.

Trek Puncak Rinjani
Trek Berpasir

Perjalanan menuju puncak  gunung rinjani terbilang berat dikarenakan trek berpasir yang membuat fisik para pendaki terkuras dan menggerus mental. Gue-pun sempat terpikir untuk tidak melanjutkan ke puncak karena kondisi yang melelahkan ditambah dengan dinginnya hembusan angin. Tapi gue selalu memotivasi diri gue dan berpikir “ Tuhan akan Menyajikan Sesuatu yang indah di atas sana”.

Trek Berpasir sangat menantang dan menjengkelkan karena ketika loe melangkah naik satu atau dua langkah pasti akan turun kembali satu langkah. Penting buat menggunakan Gaiter agar pasir tidak masuk ke dalam sepatu dan melukai kaki kita. Itu terjadi kepada fahmi. Kakinya sedikit lecet lecet karena goresan pasir yang masuk kedalam sepatunya.

Sangking banyaknya pendaki kami ditengah perjalanan terpisah pisah. Rangga dan wahyu menjadi orang pertama yang sampai ke puncak disusul dengan gue lalu fahmi, mas barju dan nicco secara bersamaan. Beruntungnya rangga, wahyu dan gue sampai di puncak gunung rinjani sebelum subuh dan bisa melihat indahnya SUNRISE dari ketinggian.

Mancapai Puncak Rinjani !
Mencapai Puncak @Rangga

 

Menggapai Puncak Bersama - Rinjani
Mengapai Puncak Bersama

Indahnya Rinjani

Sangat Pantas menjadikan rinjani sebagai gunung Tercantik di Indonesia. Terlebih menikmatinya dari puncak. Hampir seluruh pulau lombok bahkan bali bisa terlihat disini. Ditambah dengan gunung baru jari serta danau sagara anak yang membuat gue terpesona akan kecantikannya.

Kala Itu juga menjadi sangat spesial karena kami berada di puncak gunung rinjani tepat pada tanggal 17 agustus yang bertepatan dengan lahirnya negeri tercinta INDONESIA. Gue bersyukur telah dilahirkan di negara yang mempunya sejuta keindahan dan sejuta cerita . Rinjani adalah sebagian kecil surga yang berada di indonesia.

Terima Kasih Tuhan, Telah Menciptakan negara dengan berbagai keindahan dan cerita di dalamnya

Bersama Pendaki Asing - Rinjani
Merayakan Keberhasilan

Kami duduk di pinggir bebatuan menghadap Danau Sagara Anak dengan tubuh yang masih lelah sambil tersenyum puas. Beberapa kali kami mengambil foto bersama dan gue beberapa kali meminta foto bersama pendaki asing khususnya cewek. Dan gue bilang “ will you marry me “ #dijorokinkejurang hahaha

Matahari perlahan sudah mulai kembali menghangatkan seluruh pulau lombok, kami bergegas untuk segera turun. Turun dari puncak rinjani tidak sesulit menaikinya karena kita bagaikan bermain ski pasir turunnya namun kita harus tetap berhati hati agar tidak terjatuh ke dalamnya jurang.

Danau Sagara Anak - Rinjani1
Danau Sagara Anak

Danau Sagara Anak

Sudah menjadi agenda wajib rasanya ketika berkunjung ke gunung rinjani untuk bermalam ke danau sagara anak. Baru saja sampai ke camp dari puncak gunung rinjani kami sudah harus bersiap siap dan segera bergegas menuju danau sagara anak agar mengejar waktu agar tidak terlalu malam sampai danau sagara.

Trek menuju danau sagara anak menurun dan berbatu. sehingga harus extra hati hati kalau salah mengambil pijakan bisa jadi kaki kita terkilir. Perjalanan menuju danau sagara anak dari pos plawangan sembalun memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan.

Trek Menurun Menuju danau sagara
Trek Menuju Danau Sagara Anak

kami tiba di danau sagara sekitar pukul 4 sore namun sayang kabut hampir menutupi seluruh pandangan ke danau sagara anak. Nicco dan Porter kami sedang asik asiknya memancing sementara kami berempat berangkat ke pemandian air panas alam rinjani. Rasanya sangat membagiakan sekali setelah hampir 3 hari tubuh kami tidak tersentuh sama sekali dengan kamu air. Hahaha

Hotspring hingga gagalnya mendapatkan ikan.

Seketika otot otot yang tegang selama pendakian menjadi relaks ketika berendam di kolam air panas. Menyegarkan sekali rasanya. Tidak terasa kami berendam hampir 30 menit lebih dan bergegas kembali ke tenda. Sesampai ke tenda gue langsung terkapar tidur sementara yang lainnya makan malam bersama di pinggir danau sagara.

Baca Juga : Berbagai Keistimewaan Danau Sagara Anak

Kami gagal mendapatkan ikan hasil tangkapan di danau sagara anak. Mungkin karena alat peralatan pancing kami yang kurang memadai sementara pendaki lainnya mendapatkan banyak sekali ikan tangkapan. Kami-pun terpaksa membeli ikan yang sudah ditangkap oleh warga yang memancing di danau sagara.

Pemandian Air Panas di danau sagara anak - Pendakian Gunung Rinjani
Pemandian Air Panas

Menuruni Rinjani

Semburat pagi kala itu membuat danau sagara menjadi lebih menarik. Gue dan rangga memilih untuk duduk di pinggir danau sambil menikmati udara dan pemandangan disekeliling danau serta menemani warga asli lombok yang memancing.

Gue pun sedikit berbincang kepada bapak itu mengenai danau sagara anak.  “Danau sagara anak merupakan berkah tersendiri bagi warga karena selain memperindah gunung rinjani. Danau sagara anak menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga yang memancing disana” Tukasnya

ikan-di-danau-sagara-anak-pendakian-gunung-rinjani
Ikan Hasil Tangkapan

Pagi itu sudah menjadi hari ke empat untuk kami selama pendakian. Kami harus segera turun dari rinjani karena kami berencana untuk mengunjungi pulau yang paling terkenal di lombok yaitu Gili Trawangan.

Ada 2 pilihan untuk kami untuk turun dari danau sagara. Yaitu melalui jalur senaru dan jalur torean. Untuk jalur senaru kebetulan mas barju sudah pernah melalui jalur tersebut dan mengatakan jalurnya panjang dan berat tapi jalur senaru merupakan jalur resmi pendakian sementara jalur torean merupakan jalur alternatif yang digunakan oleh warga untuk naik atau turun bagi warga asli lombok.

Karena porter kami sudah hafal akan seluruh trek rinjani dia pun menyarankan untuk melewati jalur torean dan terlebih kami mengejar waktu sore hari untuk menyebrang ke pulau gili trawangan saat itu. Karena iming iming jalan yang pendek akhirnya kami melewati jalur torean.

Menuruni Rinjani
Menuruni Rinjani
Jalur Torean - Rinjani
Jalur Torean

Jalur Torean

Kami berangkat sekitar pukul 09.00 pagi dari danau sagara anak. Namun baru sebentar kami berjalan porter kami menujukkan goa susu yang berada tidak jauh dari danau sagara. Dan mampir terlebih dahulu untuk melihat akan goa susu.

Goa susu terlihat seperti spa alam yang hangat dan bebatuannya dalamnya yang putih yang terlihat seperti warna susu. Mungkin karena itulah goa tersebut disebut dengan nama GOA SUSU.

Goa Susu Gunung Rinjani
Goa Susu

Kalau loe melewati jalur torean mungkin loe akan terkagum kagum akan pemandangannya dimulai dari tingginya tebing tebing hijau, beberapa air terjun, hingga tebing eldewis yang terpampang selayaknya lukisan di sebuah rumah. Trek jalur torean terbilang sulit juga karena kami melewati persis dipinggir jurang hingga turun melalui tangga kayu yang curam. Maka tidak heran belum banyak pendaki yang melewati jalur ini.

Jalur torean merupakan jalur sungai digunung rinjani tetapi jangan berharap semua airnya bisa diminum hanya beberapa tempat saja yang bisa kita minum selebihnya tidak bisa karena sudah tercampur dengan belerang.

Jalur Sungai Torean - Rinjani
Jalur Sungai Torean

Tidak Seperti iming iming porter kami yang bisa sampai hanya dengan 8-9 jam perjalanan melalui jalur torean nyatanya kami tiba di rumah rumah warga hingga 13 jam. Dan itu pun perjalanan kami terbilang cepat karena kami ditengah perjalanan hanya beristirahat sekali dan sebentar sekali.

Menuju Pelabuhan Bangsal

Setibanya kami dirumah warga. Pak Uri sebagai supir kami sudah tiba disana dari sore hari. Ada rasa tidak enak saat itu karena beliau menunggu kami sudah terlalu lama. Ditambah lagi beliau harus menunggu lebih lama lagi karena kami meminta waktu untuk beristirahat sebentar dan memakan makanan yang dipesan di sebuah warung.

Namun beliau terlihat sangat pengertian pada kondisi kami saat itu yang tentunya sedang sangat kelelahan. Kira kira hampir 1 jam kami semua berangkat menuju pelabuhan bangsal. Dari jalur torean tersebut menuju pelabuhan bangsal menggunakan mobil memakan waktu sekitar 3-4 perjalanan.

gili-trawangan-lombok1
Public Boat Menuju Gili Trawangan

Saat itu hampir sudah tidak ada sisa tenaga untuk menemani pak uri yang sedang menyetir untuk mengobrol dan mungkin hanya mas barju yang menemaninya mengobrol namun itupun hanya sebentar. Kami semua terlelap hingga pak uri membangunkan kami dan memberi tahu kalau kami sudah sampai di pelabuhan bangsal.

Namun dipelabuhan bangsal yang turun hanyalah mas Barju, Rangga serta Nicco sementara gue, Fahmi dan Wahyu minta diantarkan kembali ke rumah saudaranya fahmi. Karena fahmi mempunyai sanak saudara di kota lombok dia ingin sekali bertemu mereka disana dan menawarkan kami semua menginap disana.

Karena takut keesokan harinya susah lagi menuju pelabuhan bangsal akhirnya setelah berdiskusi kami memutuskan untuk berpisah terlebih dahulu. dan bertemu kembali di Pulau Party.

Dan Keesokan harinya gue, Fahmi dan Wahyu hampir saja kesiangan. Kami bangun sekitar pukul 09.00 pagi tapi menurut gue maklum saja kami kesiangan karena itupun kami baru tidur sekitar pukul 04.00 pagi.

kapal menuju gili-trawangan-lombok
Bersama para pedagang

Dan Benar saja menurut mamah rinta (saudaranya fahmi) tidak ada kendaraan umum yang langsung menuju kesana dan harus berhenti atau transit terlebih dahulu dan akan memakan waktu lama kesana. Karena dari rumah saudara fahmi kurang lebih 2 jam perjalanan kalau menggunakan kendaraan umum.

Sebenernya kami maunya diantarkan oleh pak uri namun pak uri bilang ketika malamnya mengantarkan kami. Untuk besoknya dia mempunya client lain yang harus diantarkan berkeliling di lombok. Jadi mau tidak mau akhirnya kami mencharter mobil kembali untuk menuju pelabuhan bangsal.

Sekitar pukul 11 siang kami sampai di pelabuhan bangsal dan langsung membeli tiket untuk penyebrangan. Di pelabuhan bangsal kami ditawarkan 2 pilihan menuju gili trawangan yaitu dengan Speedboat atau Public Boat. Kami menggunakan public boat biasa dengan harga Rp 22.000/orang ataupun kalau mau menggunakan speedboat harganya kurang lebih sekitar Rp 60.000/orang.

Resto and Dive Center
Resto and Dive Center

Mengapa Disebut Pulau Party

Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya kami berangkat menggunakan public boat. berbarengan dengan para pedagang yang membawa barang dagangannya untuk dipasarkan di gili trawangan. Waktu tempuh sekitar 40 menit untuk sampai di pulau yang dijuluki Pulau Party.

Sesampai di gili trawangan kami bertiga mencari mas barju, rangga serta nicco yang sudah mendapatkan penginapan terlebih dahulu disana. Mereka mendapatkan penginapan seharga Rp 400.000/malam sementara kami mendapatkan penginapan seharga Rp 300.000/malam.

Baca Juga : Beristirahat santai di Gili Trawangan Lombok

Sebenernya ada beberapa penginapan yang sangat murah namun kami tidak beruntung karena semua sudah terisi. Kalau mau liburan lebih lama lagi sebaiknya bernegosiasi dengan owner guest house untuk mendapatkan harga terbaik.

Bermain Voli Pantai - Gili Trawangan
Bermain Voli Pantai

Di sepanjang jalan banyak sekali tempat yang menawarkan berbagai makanan hingga dive course. Dan ada beberapa orang yang menawarkan paket snorkling dengan harga yang sangat murah yaitu Rp 70.000 untuk 3 spot snorkling namun sayang karena keterbatasan waktu kami tidak bisa melakukannya.

di sore hari kami berkeliling gili trawangan dengan menggunakan sepeda yang kami sewa dengan harga Rp 40.000/hari. Sesekali kami berhenti untuk menikmati indahnya pantai di gili trawangan dan menyaksikan beberapa turis yang sedang asik bermain voli. Gue sempet diajak bermain voli bersama mereka namun apalah daya gue soalnya gue KAGA BISA MAIN VOLI. Daripada malu mending gue alesan aja. Hahaha

Sunset Gili Trawangan
Sunset Gili Trawangan

Ketika sunset hampir tiba kami semua berkumpul di tempat sunset view yang diberitahukan oleh warga sekitar. Karena memang tempat tersebut merupakan tempat terbaik untuk menikmati Sunset.  Semua seketika berubah menjadi warna keemasan kala itu. Beberapa turis ada yang mengabadikannya dengan kamera dan ada juga yang hanya menikmatinya.

Setelah matahari tenggelam seluruhnya. Warna langit berubah perlahan lahan menjadi gelap terdengar lagu lagu dari seluruh pulau dari lagu romantis hingga lagu dansa. Lampu-Lampu warna warni yang menyala menghiasi seisi gili trawangan.

Baca Juga : Berkunjung ke Pulau Party

Beberapa orang berdansa dengan asiknya dan beberapa ada yang duduk manis dengan pasangannya berbincang dan tertawa bersama ditemani dengan lilin kecil yang menyala hangat. Inilah penampakan sesungguhnya pulau party. Disebut pulau party karena hampir setiap hari di gili trawangan terlihat seperti itu. Maka gue engga heran kalau gili trawangan dijuluki pulau party.

Kami pun duduk di pinggir pantai sambil bercerita dan bersenda gurau akan perjalanan kami kala itu hingga tidak terasa sudah sangat malam dan kami kembali ke penginapan.

Di Pagi harinya kami bersiap untuk menyebrang kembali ke pelabuhan bangsal dan dijemput oleh pak uri mencari oleh oleh khas lombok. Setelah itu baru diantarkan kembali ke bandara lombok.

Note :

  • Untuk biaya mobil dari bandara ke desa sembalun sekali jalan sekitar Rp 500.000 dan gue minta kesepakatan oleh sang supir untuk dijemput kembali ketika turun dari gunung rinjani di desa senaru dan diantarkan ke pelabuhan bangsal untuk menuju gili trawangan serta di jemput kembali ke bandara international lombok ketika ingin pulang. Waktu itu kesepakatan kami kurang lebih 1.3 juta namun sayang biaya menjadi lebih besar sekitar 1.6 juta dikarenakan kami turun gunung melalui jalur torean.
  • Biaya Mobil Box : Rp 150.000
    Biaya Tiket Kapal : Rp 22.000
    Biaya Sewa Sepeda : Rp 40.000
    Biaya Penginapan : Rp 100.000/orang

Mendapatkan Teman Saat Travelling merupakan hal yang menyenangkan
Dandy Siswandy

2 thoughts on “Dari Rinjani Hingga Pulau Party

Leave a Reply