Cerita Perjalanan Di Pendakian Gunung Gede Jawa Barat

Pendakian Gunung Gede Pangrango
Puncak Gunung Gede Pangrango

Seorang teman satu perjuangan ketika kuliah tiba tiba menghubungi dengan semangat untuk mengajak pendakian ke suatu gunung yang memang sudah terkenal dijawa barat yaitu gunung gede pangrango.

Dan setelah 1 bulan dari percakapan tersebut. Kami pun berangkat dengan jumlah 4 orang untuk pendakian gunung gede pangrango.

Cerita perjalanan dimulai dari terminal kampung rambutan sekitar pukul 9.00 malam menuju puncak bogor dengan estimasi 1 Jam perjalanan menuju puncak bogor namun kami baru mengetahui ketika kami berangkat dengan bus. Bahwa bus sedang tidak bisa melewati puncak bogor sehingga bus yang menuju puncak memutar melewati sukabumi

Kami akhirnya memutuskan untuk turun di sekitar megamendung dan melanjutkan perjalanan dengan mobil charter langsung menuju cibodas. Karena sampai sudah larut malam kami akhirnya beristirahat diwarung warung cibodas.

FYI. Untuk warung warung yang ada dicibodas memang menyediakan tempat tidur dan dilengkapi dengan selimut. Seorang temen bilang dulu untuk menginap di warung warung tersebut kita hanya dengan membeli makanan mereka saja namun sekarang untuk tidur disana sudah dikenakan biaya sebesar 20.000/orang.

Gunung Gede Pangrango

Mataharipun menyabut dengan kehangatannya. Kami pun bergegas dengan mengecheck kembali semua peralatan pendakian team dan segera menuju basecamp untuk melakukan pendaftaran ulang simaksi.

Untuk pendakian di gunung gede ini loe tidak bisa asal langsung datang dan melakukan pendakian yaa. Karena simaksi pendakian gunung gede sudah dilakukan secara online semua. So sebaiknya kalau mau mendaki gunung gede bisa registrasi 2 bulan sebelum pemberangkatan.

Pemeriksaan Ulang Kelengkapan Pendakian

Untuk registrasi simaksi online gunung gede :

https://www.gedepangrango.org/booking/

Sebelum simaksi kami dicheck kesehatan terlebih dahulu disana. Dan yang membawa surat kesehatan dari rumah tidak berlaku disini. Sehingga harus tetap melakukan pengcheckan ulang.

Dan ketika simaksi dilarang membawa peralatan kebersihan badan seperti odol, sabun wajah dan lain lain. Dengan alasan agar tidak mencemarkan lingkungan nantinya.

Dan diwajibkan menggunakan sepatu ( tidak boleh sepatu sendal ) Setelah persiapan selesai kami akhirnya memulai langkah demi langkah pendakian ini. Untuk trek awal pendakian gunung gede terbilang mudah karena jalan berbatu yang sudah disusun layaknya tangga.

Trek Awal Pendakian Gunung Gede Pangrango

Basecamp Menuju Pos Panyacangan

Jalur awal pendakian gunung gede via cibodas ini sama seperti ketika ingin ke air terjun cibereum. Berupa batu dan jembatan kayu dan berbeton. Jalannya terbilang santai dan landai.

Loe bisa menikmati suara sungai yang mengalir dan pemandangan yang hijau dan udara yang sejuk selama pendakian. Pos panyacangan berada di pertigaan air terjun cibereum.

Menuju Pos Panyacangan

Sebelah kiri untuk jalur pendakian dan sebelah kanan untuk menuju air terjun cibereum. Karena kami berempat mendaki agak santai jadi sebelum melanjutkan pendakian gue penasaran melihat air terjun cibereum jadi gue dan 2 orang lainnya pergi air terjun cibeureum sejenak dan melihat lihat sekitar air terjun cibeureum. Sementara satu orang lainnya menunggu di pos panyacangan.

Pertigaan Pos Panyacangan Dan Air Terjun Cibeureum

Ketika sampai di air terjun cibeureum ketika itu pengunjung sangat banyak sekali meskipun untuk menuju air terjun cibeureum bisa dibilang tidak mudah diaksesnya karena trek yang cukup jauh untuk wisatawan yang ingin hanya sekedar air terjun cibeureum.

Setelah melepas rasa penasaran pada untuk melihat air terjun cibereum ini. Kamipun kembali untuk melanjutkan perjalanan pendakian.

Pos Panyacangan – Pos Rawa  Denok

Trek mulai menanjak dengan jalan bebatuan yang sudah rapih seperti trek awal. Untuk menuju pos rawa denok ini kami melewati 1 bangunan kecil berupa pos rawa denok 1 dan pos rawa denok 2 hanya berupa tempat untuk duduk duduk santai saja untuk beristirahat.

Shelter Rawa Denok 2

Pos Rawa Denok – Pos Batu Kukus

Setelah beberapa menit istirahat kita melanjutkan perjalanan menuju pos batu kukus. Treknya pun masih menanjak namun tidak terlalu sulit. Kita akan melewati 2 pos seperti 2 pos rawa denok sebelumnya dengan bangunan kecil untuk beristirahat.

Shelter Batu Kukus 2

Pos Batu Kukus – Pos Air Panas

Treknya masih sedikit menanjakan dan kita akan melewati jembatan air terjun panas. Untuk melewati jembatan ini harus berhati hati karena jarak jalan dengan jurang itu sangat dekat sekali dan harus satu per satu untuk melewatinya.

Setelah melewati jembatan air terjun panas kita akan sampai pada pos air panas yang sudah ada bangunannya. Disamping pos air panas ada seperti kolam air panas namun ketika gue mencoba untuk berendam untuk beristirahat disana airnya tidak panas sama sekali.

Kami sempat terpisah menjadi 2 group. 2 orang terdepan gue dan teman gue yang bernama bobjen. Dan 2 orang lainnya di belakang.

Shelter Air Panas

Cukup lama hingga 30 menit lebih sambil berendam dan membuka beberapa cemilan untuk dimakan di pos air panas ini.

Namun karena 2 orang teman kami tidak kunjung datang akhirnya kami berdua memutuskan untuk melanjutkan pendakian dan menunggu di pos selanjutnya yaitu pos kandang batu.

Pos Kandang Batu

Pos Kandang Batu – Pos Kandang Badak

Jarak dari pos air panas menuju kandang batu ini tidak terlalu jauh dan berupa trek sedikit menanjak. Kami berdua akhirnya menunggu di pos kandang batu untuk teman kami yang tertinggal dibelakang.

Kami berdua juga sudah cukup kelelahan dan perut sudah terasa lapar akhirnya kami membuka nasi bungkus yang kami beli ketika dibawah sambil menunggu teman kami datang.

Rasanya sudah hampir 45 menit teman kami yang 2 orang lagi dibelakang tidak kunjung datang. Dan baru sekitar 1 jam mereka baru tiba di pos kandang batu.

Hari mulai gelap dan sialnya hujanpun langsung turun. Sebenarnya disini kami berdiskusi untuk melanjutkan pendakian ke kandang badak atau ngecamp di kandang batu saja.

Gue mengusulkan untuk ngecamp saja dikandang batu dan bisa summit attack ke puncak dari pos kandang batu. Karena ingin menghindari hujan dan dinginnya udara. Namun ketiga orang lainnya ingin mencapai kandang badak saja dan beristirahat disana.

Akhirnya karena gue kalah suara. Kami memutuskan untuk melanjutkan pendakian dengan guyuran hujan yang cukup deras. Jas hujan yang kami kenakan sudah tidak mampu menampung tumpahan air hujan yang begitu banyak.

Seluruh badan terasa sudah basah ditambah trek yang gelap dan licin. Untungnya jarak pos kandang batu menuju kandang badak tidak terlalu jauh namun treknya menanjak terus menerus.

Ngecamp di Pos Kandang Badak

Dengan pakaian dan jaket yang basah seluruhnya kami segera membongkar tenda. Namun ada beberapa kesalahan dengan tenda yang gue bawa. Karena itu tenda orang alias pinjam. Gue belum begitu familiar untuk jenis tendanya sehingga kami kesulitan membangun tendanya.

Tapi untungnya salah satu teman bawa tenda yang memang dia punya dan sudah sangat familiar untuk membangun tenda secara cepat. Kami semua sudah hampir kedinginan karena hanya lamanya membangun tenda yang belum dikuasai.

Setelah tenda berdiri kami secara bergantian mengganti semua pakaian yang basah dengan pakaian baru. Dan segera memasak air panas dan makanan untuk segera menghangatkan tubuh kembali.

Trek Menuju Puncak

Di pos kandang badak ini banyak sekali babi babi hutan dan ukurannya cukup besar. Walaupun tidak menyerang tapi cukup menggangu dimalam hari. Terlebih kalau sisa makanan kita tidak dijauhkan dari tenda.

Kamipun bermalam di kandang badak dan baru besok paginya kita memutuskan untuk melanjutkan ke puncak gunung gede.

Kandang Badak menuju puncak.

Kami bangun sekitar pukul 5 pagi dan bersiap untuk melanjutkan ke puncak gunung gede. Kami memang sudah tidak berniat mengejar sunrise dikarenakan kondisi semalam yang kelelahan dan kedinginan.

Trek tentunya sudah mulai menanjak terus menerus menuju puncak gunung gede. Kami berempat berhasil menggapai puncak gunung gede sekitar 60 menit perjalanan.

Puncak Gunung Gede Pangrango

Puncak Gunung Gede

Puncak gunung gede berupa kawah besar dan terlihat gunung lainnya dari puncak. Ketika sampai disana sudah ada beberapa pendaki yang santai sambil bersendau gurau satu sama lainnya.

Selalu ada kepuasan ketika melakukan perjalanan pendakian dan bisa melihat indahnya pemandangan dari atas puncak gunung. Rasanya selalu tidak tergantikan.

Leave a Reply