Cerita Di Geopark Ciletuh, Sukabumi

Geopark Ciletuh - Puncak Darma
Geopark Ciletuh

Pagi Menyapa kala itu dengan sinar yang menyilaukan menembus jendela jendela rumah telah membangunkan gue. Pagi itu gue sudah berencana untuk jalan ke geopark ciletuh karena sedang suntuk, bosen akan kegiatan sehari hari akan pekerjaan #guebutuhpiknik.

dengan motor matic kesayangan yang selalu menemani pacaran dengan cabe-cabean di flyover . menembus aspal jalan dari bekasi bogor hingga sukabumi dengan lantunan lagu sepanjang jalan di telinga. jalan yang masih sepi mempertegas gue  untuk memperkencang laju kendaraan hingga sampai 9 jam. tidak terasa rasanya gue selama di perjalanan menempuh jarak yang lumayan lama dan akhirnya gue sampai di kawasan geopark ciletuh.

Matahari pun sudah bergeser dari barat ke timur untuk tertidur kembali. gue pun memilih untuk  menikmati sunset terlebih dahulu di pantai palangpang. menikmati moment setiap sunset rasanya seperti ada beban yang terlepas dalam diri dan merasakan perasaan yang entah bagaimana gue harus mengambarkannya.

Menuju Pantai di Palangpang Geopark ciletuh
Menuju Pantai di Palangpang

 

Sunset Pantai Palangpang - Geopark
Sunset Pantai Palangpang

karena sangking menikmati sunset sampai lupa gue belum mencari penginapan di geopark ciletuh. hari-pun mulai gelap. dan gue kebingungan karena belum mendapatkan tempat penginapan. sampai akhirnya gue bertemu pak maman salah satu warga yang tinggal disana dengan menawarkan menginap secara gratis. bukan karena kasihan atau apa. mendengar cerita dari pak maman memang rumahnya sering dijadikan penginapan bagi para traveller yang ingin berkunjung ke geopark. dan dia selalu mempersilakan kepada mereka yang ingin menginap secara cuma cuma. #credittopakmaman

Sunrise geopark ciletuh sukabumi
Sunrise dibalik bukit

 

Menuju Puncak Darma - Geopark Ciletuh
Bertemu Curug Cimarinjung

Ketika pagi sudah menyapa kembali gue pun sudah mempersiapkan diri untuk menjelajah kawasan geopark ini. penjelajahan gue dimulai dari mendaki puncak darma. diperjalanan gue sudah melihat Sunrise dari balik bukit dan curug cimarinjung. namun atas saran dari beberapa orang untuk langsung menuju puncak darma dipagi hari karena akan sangat amat panas jika menikmati puncak darma disiang hari akhirnya untuk mengunjungi curug cimarinjung ini gue tunda terlebih dahulu dan langsung menuju puncak darma.

menuju puncak darma di geopark ciletuh
Jalan Offroad Puncak darma

Jalanan layaknya offroad sudah tersaji di depan mata. gue lebih memilih untuk memarkirkan kendaraan bermotor gue. dan berjalan kaki selangkah demi langkah menuju Puncak Darma hitung hitung buat olahraga pagi #bilangajakere. ada tawaran untuk menaiki ojek menuju puncak darma seharga Rp 100.000/orang. buat loe yang engga mau cape dan hanya mau bermanja manja di atas untuk tawaran tersebut sangatlah menggiurkan karena berjalan menuju puncak darma itu membutuhkan tenaga ekstra dan waktu sekitar 1-1.5 jam dengan jalan yang terus menanjak.

Puncak Darma Geopark ciletuh
Puncak Darma

 

Puncak Darma - Geopark Ciletuh
Hamparan Laut dan Bukit

 

Spot Foto Favorite di puncak darma
let’s sail capten !

Pemandangan Laut, Bukit dan persawahan sangat terlihat amat sangat jelas. it’s so exotic, right ? rasanya sangat puas dan terbayarkan semua lelah yang menghingap di tubuh.

Bentangan pemandangan alam ini yang mirip dengan tapal kuda yang disebut amfiteater raksasa dengan langsung menjorok ke samudera hindia. konon dahulu tempat ini juga termasuk lautan namun terangkat dan menjadi seperti ini yang di sebut geopark.

disini juga loe bisa melanjutkan sekitar 3 km untuk melihat batu catur. batu catur adalah batu yang semuanya mirip seperti bidak dalam permainan catur. karena sudah terlalu lelah gue memutuskan tidak mengujungi tempat tersebut namun hanya melihat beberapa saja yang ada di sekitaran puncak darma.

Batu Catur geopark ciletuh
Ster ! Batu Catur

Matahari sudah mulai menyengatkan panasnya. gue pun memutuskan untuk turun dan mengunjungi beberapa curug yang ada di sepanjang jalan menuju puncak darma tadi. seperti curug dogdog, curug nelempet dan curug cimarinjung.

Curug dogdog geopark ciletuh
Curug Dogdog

gue berjalan menelusuri pinggiran sungai yang memang sudah sedikit dibuka untuk jalur menuju curug dogdog. ada rasa sedikit khawatir karena saat itu sangat sepi sekali dan hanya gue pengunjung satu satunya yang ke curug dogdog. #langsungmerinding

kalau alirannya tidak sederas seperti ini mungkin loe bisa persis dibawah curug dogdog ini. curug ini sangat bagus menurut gue kalau kita lihat dari depan karena airnya menuruni seperti tangga.

Curug nelempet geopark ciletuh
Curug nelempet

curug nelempet merupakan aliran air kedua dari curug dogdog, berbeda dengan curug dogdog yang sudah ada sedikit aksesnya. curug nelempet ini sama sekali belum dibuka aksesnya oleh warga sekitar. jadi gue hanya bisa menikmati dari kejauhan saja ketika menuju puncak darma. menurut gue sangat disayangkan curug nelempet ini belum dibuka aksesnya. karena geopark ciletuh saat ini sangat genjar di promosikan sebagai tempat wisata unggulan di jawa barat khususnya sukabumi akan sangat menyenangkan bila akses tersebut sudah dibuka dan dijadikan salah satu destinasi di geopark.

Curug Cimarinjung - Geopark Ciletuh
Curug Cimarinjung

dan Curug yang paling dekat dan sudah terlihat dari kejauhan dari pesawahan bahkan dari pantai palangpang adalah curug cimarinjung. curug cimarinjung terletak di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas Sukabumi. 

Curug cimarinjung memiliki ketinggian sekitar 30-40 meter. yang membuat curug cimarinjung sangat indah karena warna tebing dan bebatuan yang coklat kemerah-merahan.

lelah dengan semua penjelajahan pagi ini gue pun kembali ke rumah pak maman. beristirahat sebentar untuk mengumpulkan tenaga yang sempat terkuras ketika berjalan menuju puncak darma tadi pagi. setelah beberapa jam beristirahat gue akhirnya melanjutkan perjalanan ke curug sodong dan curug cikanteh.

Curug Sodong - Geopark Ciletuh
Curug Sodong

Hujan gerimis menemani gue selama perjalanan menuju curug sodong dan curug cikanteh. curug cikanteh dan curug sodong letaknya di Desa Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat.

untuk masuk ke curug sodong dan cikanteh dikenakan biaya sebesar Rp 5000./orang dan Parkir sebesar Rp 5000./motor.

Curug sodong ini sangat unik dibandingkan curug curug lain yang ada di geopark ciletuh. karena aliran awal air curug ini hanya ada 1 dari atas namun terbagi dua Curug. Jujur ini curug paling gue sukai dibandingkan curug curug lain yang ada di kawasan geopark. karena area yang sudah tertata rapih dan mudah dijangkau dibandingkan curug curug lainnya. dan fasilitasnya sudah sangat memadai.

Curug Sodong gerpark ciletuh, Sukabumi
it’s cool, Right ?

gue berjalan di jalan kecil  di samping curug sodong untuk menuju curug cikanteh. sedikit menanjak dan melewati jembatan bambu. ketika sampai gue benar benar dibawah curug namun alirannya menyebar ke samping sehingga kita bisa bersantai dan berfoto di bawah persis curug cikanteh.

Curug Cikanteh
Curug Cikanteh

 

Curug Cikanteh geopark ciletuh, sukabumi
Mau Mandi ?

Haripun mulai sore, sebelum pulang gue mampir terlebih dahulu di salah satu warung di depan curug sodong. kang rudi namanya sang penjual warkop menceritakan banyak cerita tentang curug sodong, curug cikanteh dan 2 curug lainnya yang belum mempunyai nama namun masih dalam satu kawasan yang memang belum dibuka untuk umum. dia juga menawarkan kepada saya untuk tidur ditempatnya jika belum mempunyai tempat untuk bermalam secara gratis. dan menjelajah 2 curug lainnya yang belum dibuka untuk umum keesokan harinya namun gue menolak secara halus dan berasalan karena waktu yang tidak mungkin gue extend.

Menjelang Magrib gue-pun kembali ke rumah pak maman, disana dengan baik hatinya pak maman sudah menyediakan gue makan walaupun dengan lauk pauk yang sederhana. namun terasa sangat nikmat ditambah cerita cerita pak maman merantau selagi dia muda. dan datang 2 orang bapak bapak sudah lanjut usia bertamu ke rumah pak maman yang ternyata ketua RT dan Kepala sekolah di kampung ini.

di geopark ciletuh ini masih banyak orang yang buta huruf alias tidak bisa membaca dan tidak mengerti bahasa indonesia. Bahkan ketua RT dan istrinya pak maman tidak mengerti dengan bahasa indonesia. sesekali pak maman dan kepala sekolah menerjemahkan cerita dari pak RT dan istri pak maman yang bercerita menggunakan bahasa sunda kepada gue, dan sesekali gue hanya bisa tersenyum karena tidak mengerti akan pembicaraan mereka. namun kami tetap bercerita banyak hingga terasa seperti larut malam padahal baru jam 9 malam.Jika dibandingkan dengan kehidupan di kota mungkin jam 9 malam cabe cabean masih berkeliaran manja di fly over ???. gue pun izin untuk beristirahat terlebih dulu karena paginya ingin menjelah curug lainnya.

Curug Awang geopark ciletuh, Sukabumi-1
Curug Awang

Keesokan harinya gue berangkat ke curug awang dan curug tengah. untuk ke curug awang dan curug tengah ini dekat dengan bukit panenjoan. seperti biasa jalan menuju curug berjalur offroad namun motor masih bisa masuk karena jalurnya tidak menanjak.

Curug awang ini bentuknya seperti curug malela di bandung, jawa barat dengan sebutan niagara mini. karena ketika musim hujan airnya akan mengalir dari setiap sisi curug.

Curug Awang
Seperti Curug Malela and Niaga mini

 

Curug Awang Ciletuh geopark, Sukabumi
the only one Visitor

dan masih dalam 1 tempat gue berjalan menyusuri sawah untuk melihat curug tengah. di curug tengah ini gue tidak berada dibawah curugnya melainkan diatas curugnya sehingga harus berhati hati agar tidak terpeleset dan selesai.

Curug Tengah Geopark Ciletuh
Curug Tengah

di curug awang dan curug tengah ini sudah banyak sekali tempat makan dan tempat beristirahat. kalau loe lelah dengan naik turun untuk mencapai curug awang dan tengah loe bisa beristirahat disana dengan pemandangan sawah sawah yang luar biasa indahnya.

gue melanjutkan perjalan ke pantai palangpang, pantai palangpang merupakan pantai muara dari sungai ciletuh jadi jangan heran kalo pantai palangpang ini warna airnya coklat dan tidak sebersih pantai pantai lainnya.

Pantai Palangpang Geopark, Ciletuh
Pantai Palangpang

ketika gue ke pantai palangpang sedang ada pelatihan militer kita alias TNI yang berkomando kostrat. lengkap dengan persenjataan ala ala TNI. dan memang pelatihan TNI ini selalu rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali. selain untuk pelatihan di pantai palangpang loe bisa menikmati sunset ketika di sore hari dengan alunan lagu dari ombak yang tenang.

Geopark Ciletuh, Sukabumi
Geopark Ciletuh

Rasanya lengkap banget untuk wisata di geopark ciletuh ini namun sebenarnya masih banyak sekali lokasi wisata di kawasan geopark ciletuh ini antara lain Pulau Kunti, Batuan Unik dan batu batik tapi untuk ke tempat tersebut kita harus menggunakan kapal nelayan.

Setiap Orang Baik Akan dipertemukan dengan Orang Orang Baik di Sekelilingnya
Credit : Pak Maman

 

 

 

 

 

 

16 thoughts on “Cerita Di Geopark Ciletuh, Sukabumi

  • November 10, 2016 at 3:13 am
    Permalink

    Banyak banget curug di sekitar sana, ya. Pemandangannya luar biasa cantik! Aku belum pernah kesana, liat ini jadi mupeng. Hahaha?.

    Reply
  • November 13, 2016 at 4:59 pm
    Permalink

    Salah satu wilayah di Jawa Barat yang ingin sekali saya kunjungi selain Garut, ya Sukabumi. Terima kasih udah buat saya ngiler banget ke sana. =’

    Reply
    • November 13, 2016 at 5:01 pm
      Permalink

      hahaha… memang tujuannya begitu kak

      Terima Kasih sudah berkunjung 🙂

      Reply
  • November 15, 2016 at 3:13 pm
    Permalink

    nha ini sudah kepinginan dari jaman 2013 lah. hahaha, jaman masih muncul di majalah-majalah jalan-jalan saja. semoga bisa segera kesana 😀

    Reply
  • December 5, 2016 at 6:26 pm
    Permalink

    sunsetnya cantik banget! emang alam ga bisa bohong ya. jadi pengen ke sukabumi juga hahahaha

    Reply
  • December 14, 2016 at 2:51 pm
    Permalink

    bukit, pantai, air terjun, tempat-tempat wisata alam yang bisa membuat pikiranku tenang. rasanya sudah lama sekali gak ke pantai karena sibuk kerja.

    kangen jaman dulu pas masih bisa main kesana kemari.

    Reply
    • December 15, 2016 at 7:39 am
      Permalink

      memang engga ada hari liburnya kak… kayanya menderita banget dengan pekerjaannya. hehe

      Reply
  • December 15, 2016 at 7:31 am
    Permalink

    waktu dulu kesini curug dogdog dan ngelempet masih belum terbuka aksesnya. Makin banyak aja curug keren disini

    Reply
    • December 15, 2016 at 7:37 am
      Permalink

      iyaa banyak banget air terjunnya… seharian engga cukup buat keliling semuanya

      Reply

Leave a Reply