Cerita Bersama Ke Pulau pari, Kepulauan Seribu

Snorkling di pulau Pari dengan paket wisata Pulau Pari

Berawal dari ngeledekin si bos di kantor buat ngadain outing karena anak anak di kantor sudah sangat amat mumet, ngejelimet ibarat kepala mau pecah akan kegiatan sehari hari yang menurut gue sangat membosankan. Dan sepertinya sudah menjadi template hidup bagi semua karyawan berangkat pagi pulang sore dan begitu terus menerus sampe loe engga kuat dan matee #menyedihkan tapi itulah yang terjadi sama gue. Gue selalu berharap 1 sampai 2 tahun mendatang gue bisa mempunyai financial mandiri yang dalam artian gue bisa mempunyai usaha atau bisnis apapun itu dan sekarang yang sedang gue bangun adalah bisnis online. Mudah-mudahan diberikan kesabaran dan kekuatan karena gue tahu membangun bisnis tidak bisa dibangun dalam semalam. Tapi ngomong ngomong kenapa gue jadi curhat yaa ? #ditendang #hiduploeberat

Oke. Back to cerita perjalan gue ke Pulau Pari.

Setelah ngeledekin si bos dan akhirnya dia terpancing juga tapi entah karena terpancing atau memang sudah kasihan melihat muka muka kurang piknik dan yang selalu terpapar radiasi komputer kantor. Akhirnya mencari waktu untuk berlibur ke pulau pari dan dia mencari mencari Paket Wisata Pulau Pari di internet dan akhirnya dapet juga tapi curang engga ngasih tahu harganya ke anak anak kantor Cuma bilang tambahin Rp 50.000.-/orang untuk biaya tambahan. #yasudahlah #yangpentingmurahcooy

Mungkin buat loe berlibur ke pulau seribu sudah menjadi hal yang biasa tapi engga buat gue. Liburan kemarin tanggal 30 april 2016 adalah perjalanan pertama gue berkunjung ke pulau pari, Kepulauan Seribu #aslinorak #udik. Tapi iyaa juga di pikir pikir gue selalu mencari tempat yang agak jauh seperti Bali, Yogyakarta dan lain lain untuk berlibur padahal di jakarta masih ada tempat tempat yang bagus dan tidak kalah indahnya. Kepulauan seribu merupakan masih kabupaten DKI Jakarta yang terdiri dari beberapa pulau memang banyak pulaunya tapi yang saat ini sudah di huni baru 11 pulau dan pusat pemerintahannya di Pulau Pramuka, dan pulau pulau lainnya diantaranya Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Kelapa Dua, dan Pulau Sebira.

Pemberangkatan ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu

pemberangkatan dimulai dari Muara Angke ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu
Pemberangkatan dari Muara Angke

Di hari H-1 kita sudah membicarakan untuk meeting Pointnya dimana ? dan harus sudah disana jam berapa ? akhirnya ditentukan tempat meeting Pointnya di kantor yang terletak di Pejaten Raya dan harus sampai dikantor sekitar pukul 5 pagi. Jujur ini kepagian banget buat gue secara rumah gue dibekasi. Kebayangkan gue harus berangkat jam berapa ? mau naik Roket jam segitu belum ada akhirnya mau engga mau gue harus naik motor kesayangan gue. Berangkat sekitar pukul 4 pagi gue berangkat sendiri tanpa dirimu #cailah #galaumulu dengan pelukan angin malam yang menusuk badan setelah 1 jam perjalanan akhirnya gue sampe dikantor dan alhasil gue orang yang pertama yang sampe dikantor. Anjirrrrr kepagian gue datengnya mana masih ngantuk akhirnya gue mampir ke masjid aja sekalian sholat subuh berjamaah sekalian tidur tidur ayam di masjid untuk menghilangkan rasa kantuk yang mengelayut di mata. Setelah setengah jam kemudian baru yang temen temen gue dateng dan pemberangkatan pun dimulai dengan mengendarai mobil kantor ke Muara Angke sekitar pukul 5.30 pagi dan sampai kesana sekitar pukul 6.30 dikarenakan macet ke arah muara angke dan itupun dilanjutkan dengan menaiki ojek becak karena mobil untuk ke arah pelabuhannya tidak jalan sama sekali dan 1 ojek becak yang kita naiki berenam dikenakan sebesar Rp 30.000.-

Tips : disarankan membawa masker ketika sudah masuk ke kawasan muara angke karena bau ikan-ikan yang menyengat hidung bisa membuat mual.

Menggunakan Kapal Nelayan menuju Pulau Pari
Kapal Siap Kapten ! Berangkat !

 

kapal nelayan menuju pulau pari
Ruangan di Kapal

 

jendela kapal menuju pulau pari
Jendela Kapal

 

bagian belakang kapal menuju Pulau Pari
Bagian Belakang Kapal

 

bagian belakang kapal untuk bersantai menuju pulau pari
eksis terus bareng si bos

Kapalnya sangat sederhana karena memang ini merupakan kapal nelayan. namanya juga Paket Wisata Pulau Pari yang Murah Meriah. kalau mau menggunakan Speedboat pemberangkatan dimulai dari Ancol bukan dari Muara Angke. sebenernya harga antara speedboat dengan kapal tradisional ini harganya tidak terlalu jauh kok. gue lebih rekomendasikan untuk menaiki speedboad selain cepat, nyaman dan tentunya KECE.

Pemberangkatan Kapal dimulai pukul 09.00 pagi karena harus menunggu penumpang yang lain jadi intinya nunggu kapalnya penuh dulu.

sepanjang perjalanan menuju pulau pari
Di Sepanjang Perjalanan

di sepanjang perjalanan pemandangan yang terlihat hanyalah Laut yang tidak ada ada ujungnya. dan goyangan di kapal lumayan terasa jadi yang sering mabok laut WAJIB membawa obat antimabuk. setelah menempuh perjalanan hampir 1,5 jam akhirnya gue dan rombongan sampai di dermaga Pulau Pari dan langsung di antarkan ke Homestay yang sudah di pesan oleh agent Travel kita, sampai di Homestay kita langsung makan dan instirahat dikarenakan Jam 1 siang kita ada jadwal untuk Snorkling di Spot Pulau Burung.

Snorkling Time di Pulau Pari

 

Persiapan Snorkling di Pulau Pari
Persiapan Snorkling

 

menuju spot snorkling di Pulau Pari
Kapal menuju Spot Snorkling – Pulau Burung

Spot Snorkling Pertama tempatnya tidak terlalu jauh dari Dermaga Pulau Pari hanya sekitar 10 menit menggunakan kapal sudah sampai. Jika loe mau ala ala backpacker kesini loe bisa snorkling dengan menyewa Perahu nelayan dengan biaya Rp 300.000.-/Perahu atau kalau lebih murah loe bisa mengikuti rombongan lain dan menyewa alat snorklingnya sekitar Rp 30.000.-/orang.

Snorkling merupakan berenang di perairan dangkal dengan menggunakan alat bantu seperti masker dan Snorkel. biasanya untuk kegiatan snorkling kedalamannya paling dalam antara 5 sampai 8 meter saja.

setelah sampai di tempat spot pertama di Spot Pulau Burung kita pun satu per satu menceburkan diri ke dalam laut dan melihat biota biota laut yang ada disini.

Snorkling di spot pertama Pulau Burung
Snorkling Time !

 

Snorkling time 1
Snorkling time 1

 

Ikan-ikan di pulau burung - di pulau pari
Ikan-Ikan di Spot Pulau Burung

untuk memancing ikan-ikan mendekat ke kita hanya perlu membawakan makanan seperti Roti atau biskuit dan dipegang ditangan dengan sendirinya mereka akan meng-gangbang kalian semua dengan bibir yang imuut-imutt dan lucu #maudongdigangbang #ditamparikan

Buat loe yang engga bisa berenang disini peralatannya cukup memadai dengan menggunakan pelampung loe engga akan tenggelam selama berat loe tidak melebihi 1 Kwintal a.k.a 100Kg lebih jadi tetap aman dan bisa menikmati bawah laut. dan buat loe yang bisa berenang pastinya akan Gokil karena loe bisa menyelam sampai ke bawah tapi INGET jangan merusak karang yang hidup !

Menyelam di spot pulau burung - Pulau Pari
Menyelam kekedalaman

 

kedalaman snorkling di pulau Pari
sampai di kedalaman 2 meter

untuk jarak pandang atau visibilitynya memang kurang di spot snorkling pulau burung ini begitupun di spot kedua tetapi menurut gue lumayanlah yang penting tetap lestari. apalagi kalau ada pemberdayaan karang laut makin keren lagi udah. setelah hampir 1 jam snorkling di spot pertama kami-pun melanjutkan di spot kedua dan masih di spot pulau burung.

Spot kedua snorkling di pulau pari
Menuju Spot Kedua

Menuju Spot kedua hanya memakan waktu sekitar 5 menit dari Spot Pertama. disini sama ikannya banyak namun visibilitynya tetap kurang.

tempat snorkling di pulau pari
Spot Kedua di Pulau Burung

di spot kedua ini hanya beberapa orang saja yang turun dikarenakan sudah terlalu lama menunggu snorkling di tempat pertama. Kalo gue ? Lanjutkan Gaaaan !!

Pantai Bintang Atau Beach Star, Pulau Pari

Selesai Snorkling kita langsung ke Homestay lagi makan dan istirahat sebentar sekitar 15 Menit lalu Bersepeda dan seharusnya jadwalnya melihat Sunset di Pantai Perawan tapi karena cuaca yang tidak mendukung alias mendung jadi dibatalkan dan kami lebih memilih untuk berkeliling ke Pantai Bintang.

Beach Start - Pulau Pari
Petunjuk Pantai Bintang atau Beach Star

Letak Beach Star atau Pantai Bintang ini diujung pulau Pari loe bisa bersepeda untuk kesana atau bisa Jogging sekalian membuat bugar badan. arahnya berlawanan dari arah ke Pantai Perawan.

bersantai di beach star pulau Pari
Tidak Lengkap tanpa …..

 

Pantai Beach Star di Pulau Pari
selalu….selalu…dan selalu ???

 

berfoto foto di Pantai Bintang, Pulau Pari
Boys and Girls Band

setelah beberapa menit disini malam-pun menyapa kami dan mengharuskan kita untuk pulang ke homestay dan menjalankan Ibadah Magrib serta istirahat sebentar untuk acara bakar bakar ikan di Pantai Perawan#calonmenantubaik #tepukdada #ria #najis ???

sehabis istirahat sekitar jam 8.30 malam kami-pun menuju Pantai Perawan. di Pantai Perawan ini untuk masuk dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5000.-/orang tapi karena kita sudah ada guidenya jadi semuanya gratis.

Pantai Perawan, Pulau Pari
Quality Time

Berbagi dan Tertawa sangat melekat disini. entah cengan satu sama lain yang intinya semuanya bahagia #akubahagia

Pantai Perawan
Lanjut Terus Mang….

Hari Kedua di Pulau Pari

Sunrise Pulau Pari
Sunrise di Demaga

di pagi hari matahari masih tertutup malu dengan awan yang menyelimutinya sehingga untuk melihat Sunrise-pun tidak terlalu Puas karena belum bisa mendapatkan Sunrise yang sempurna.

Sunrise di dermaga Pulau Pari
Tertutup Awan??

di pagi hari itu gue hanya berempat dikarenakan yang lain masih terkapar di homestay akibat tidur terlalu larut malam.  dengan bersepeda kita memulai menjelajah ke dermaga Pulau Pari dan setelah itu kita bersepeda kembali menuju penangkaran biota laut seperti Penyu, Ikan Pari, Patrik alias bintang laut.

Bersepeda di Pagi Hari di Pulau Pari
Bersepeda Di Pagi Hari

dari dermaga ke penangkaran biota laut hanya memakan waktu kurang lebih 5 menit. dan dikenakan biaya masuk Sebesar Rp 2000.-/orang.

 

banana boat di Pulau Pari
yeeepiee

untuk bermain banana boat ini kita dikenakan biaya lagi sebesar Rp 35.000.-/orang. bermain banana boat ini asiik banget dimana kita nanti di tengah laut akan dijatuhkan. jadi kalau abang-abang memberikan lambaian tangannya berarti kita harus melepaskan pegangan tangan kita dan ketika itu abangnya berbelok dan kita-pun terjatuh. disini disarankan loe yang mau bawa action cam menggunakan alat pegangannya untuk mengapung atau Floating Hand Grip karena keterangan dari instrukturnya banyak camera action cam yang hilang karena tenggelam. jadi jika menggunakan Floating Hand Grip action cam kita tetep mengapung jika camera kita terlepas dari pegangan kita.

kemarin sih gue tidak menggunakan Floating Hand Grip sebenernya gambling juga sih habis gue pikir kalau bermain banana boat tanpa ada dokumentasi kayanya kurang lengkap #bancikamera jadi kameranya gue iket dengan karet di tangan gue jadi sewaktu waktu gue terlepas masih ada karet tapi ini engga gue rekomendasikan banget karena berdasarkan informasi dari instrukturnya cara tersebut tetap saja action cam banyak yang hilang karena tenggelam

Tips Bermain Banana Boat : jangan menaiki Banana boat di tengah ataupun Depan karena loe akan menjadi korban tendangan atau ketiban temen loe yang badannya segeda gajah, So Cari yang paling Belakang.

Setelah Selesai Bermain Banana boat kita kembali ke homestay dan bersiap siap untuk pulang. karena kapal kami sudah ada di dermaga dan sekitar Jam 11.30 kita-pun melakukan perjalanan laut kembali ke Muara Angke.

ada Videonya nih… tonton yaa dan kalau masih sudi tolong di subscribe 🙂

 

Hal yang tidak bisa dibayar dengan uang adalah Kebersamaan

Dandy Siswandy

 

 

18 thoughts on “Cerita Bersama Ke Pulau pari, Kepulauan Seribu

  • May 10, 2016 at 7:13 pm
    Permalink

    Asiknya kebersamaan.
    Bos Dandy baik ya, mau ngongkosin dan mau ikut rame-rame.

    Reply
  • May 13, 2016 at 11:04 pm
    Permalink

    Lain kali kalo outing jangan mau yg deket dan yg murah, bilang si bos yg jauhan dan paksa dia hahaha

    Reply
    • May 15, 2016 at 4:07 am
      Permalink

      udah di paksa bang… tapi kembali lagi ke pasal 1 “apapun yang dikatakan Bos selalu Benar”

      Reply
  • May 17, 2016 at 7:57 am
    Permalink

    Bagus foto2nya
    cuma kalau boleh saran, pas snorkling karangnya tolong jangan disentuh karena tumbuhnya cuma 1 cm per tahun.

    Reply
    • May 18, 2016 at 1:38 pm
      Permalink

      iya makasih kak endah informasinya… untuk karang yang disentuh itu juga merupakan karang yang sudah mati dan karang yang masih bagus tidak diperbolehkan disentuh oleh travel guidenya

      Reply
  • June 20, 2016 at 10:11 am
    Permalink

    Wah kereen, banget. Jadi mau kesana juga. Boleh minta link travelnya nggak Mas Dandy..? Makasih.. 😀

    Reply
    • June 20, 2016 at 3:55 pm
      Permalink

      Hmm…

      Kemarin sih cuma terima beres aja sari soalnya dari kantor…nanti deh ditanyain…

      emailnya mana ? kalo ada nanti gue kirim via email

      Reply
  • August 30, 2016 at 8:09 am
    Permalink

    Seruuuu BANGETTT…Jadi Pengen Ke sana..\

    Reply
  • October 12, 2016 at 5:27 pm
    Permalink

    Di pulau perawan ada apa aja Mas? Soalnya mau coba kesana dengan backpacker ala2.

    Reply
  • November 16, 2016 at 9:02 am
    Permalink

    Hai mas, Boleh minta no kontak travel guidenya atau orang yang ada di Pulaunya ga?
    Thank you ya. Kalau boleh, reply-nya ke email saya ya mas. arjuna.naibaho@gmail.com

    Reply
    • November 16, 2016 at 5:19 pm
      Permalink

      hi mas bobby,

      Maaf saya tidak menyimpan nomer kontak travel guidenya. karena waktu itu semuanya kantor saya yang mengurus

      Reply

Leave a Reply